Silahkan Ikuti Situs SonetamaniaDotCom

Ikuti Berita Terbaru Dari Sonetamania.com dan silahkan ketikan email yg valid dalam kolom dibawah ini.

Visi & Misi Sonia

VISI DAN MISI


VISI :


SONETA MANIA Di dirikan pada Tahun 2009 yang Menjadikan SONETA MANIA (SONIA) sebagai database sumber informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group yang dapat diakses oleh semua penggemar sekaligus ajang interaksi dan komunikasi

MISI :


1. Melestarikan dan men-syiarkan musik-musik Rhoma Irama dan Soneta

2. Menjalin silaturahmi dan persahabatan sesama penggemar

3. Memberikan informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group kepada semua penggemar secara rutin dan terus menerus


STRUKTUR ORGANISASI

PENGURUS :


Ketua : Yudhi Kelana
Sekretaris : Nabila Arini
Bendahara : Bobby Mulyadi

SEKSI-SEKSI :


Organisasi dan Keanggotaan :

- M. Soleh
- Bunga Cempaka


2. Humas dan Informasi :

- Muhamad Nur
- Tata Steinberger

REDAKSI WEBSITE :


1. Yudhi Kelana
2. Muhamad Nur
3. M. Soleh

Live Support

Untuk Info Lebih Lanjut,Sahabat bisa PM Salahsatu Alternatif dibawah ini
YudiKelana        Admin
Muhamad Nur    Admin

Soleh Mohamad Moderator
Bobby Mulyadi   Bendahara

 

Jumlah Pengunjung Web Sonia

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini58
mod_vvisit_counterKemaren83
mod_vvisit_counterMinggu Ini397
mod_vvisit_counterBulan Ini311
mod_vvisit_counterSemua1273102

SuaraSoneta.Com

Live Streaming full 100% lagu-lagu Rhoma Irama & Soneta hanya di www.suarasoneta.com

Like FanPage SONIA



Komentar Terakhir

SONIA


:::SONIA::: SONETA MANIA - FORUM SILATURAHMI
MENGAPA RHOMA IRAMA TIDAK MENGEDARKAN SENDIRI ALBUM LIVE SONETA ? PDF Cetak Email

Pertanyaan tersebut diatas akhir-akhir ini kerap ditanyakan oleh para fans Soneta Generasi ke-III yang tentu saja belum pernah menyaksikan "gemuruh" pertunjukan Rhoma dan Soneta di tahun 80 dan 90'an.

Untuk mengedarkan album pertunjukan panggung (baik untuk kaset, CD, VCD maupun DVD) tidaklah semudah yang dibayangkan orang. Meskipun Rhoma dan Soneta yang tampil, dan pihak management Soneta banyak memiliki dokumentasi rekaman pertunjukan tidak lantas bisa dengan sesuka hati mengedarkan rekaman tersebut.

Dalam pertunjukan, Rhoma dan Soneta hanyalah sebagai artis pengisi acara, jadi semua hak atas rekaman tersebut mutlak menjadi milik pihak panitia (pengundang). jika pihak Rhoma Irama ingin mengedarkan rekaman pertunjukan tersebut tentu saja harus meminta persetujuan dari pihak panitia (pengundang) selaku pemilik acara. Pertanyaan besarnya adalah, masih adakah pihak panitia (pengundang) yang bisa dimintakan persetujuan ketika Rhoma bernaksud untuk mengedarkan rekaman pertunjukan tersebut ?

 
DE JAVU " ( Bagian I) PDF Cetak Email

RHOMA IRAMA dan SONETA GROUP adalah musisi lintas generasi. 4 dasawarsa sudah dilewati dengan segala suka dan dukanya. Perpecahan internal, gangguan eksternal kerap datang silih berganti. Namun berkat keteguhan hati dan rasa memiliki yang demikian kuat semua bentuk ujian tersebut dapat dilalui dengan hasil yang gemilang. 40 tahun lebih bertengger sebagai musisi dan group nomor satu di Indonesia, Rhoma dan SONETA sukses menorehkan prestasi dengan tinta emas dalam sejarah musik Indonesia.

Saat ini para penggemar Soneta sudah sampai pada generasi ke-tiga bila kita golongkan berdasarkan eksistensi tahun aktif Soneta. Generasi pertama adalah generasi yang mengikuti soneta sejak awal perjalanannya tahun 70-an hingga akhir 80an, generasi kedua akhir 80-an hingga akhir 90-an, dan generasi selanjutnya akhir 90-an hingga tahun ini.

Bagi penggemar generasi pertama dan kedua tentu mengikuti dengan seksama gemuruh pertunjukan soneta ditahun ke-emasannya, dimana saat itu Rhoma Irama dan Soneta berada dipuncak tertinggi dalam blantika musik Indonesia. Tahun 80-90an panggung Soneta adalah panggung yang paling banyak dihadiri penonton. Puluhan bahkan ratusan ribu penggemar fanatik Soneta selalu hadir disetiap pementasan Soneta. Bukan hanya pertunjukan panggung, bahkan film dan kaset-pun laku keras. Dalam kurun waktu tersebut Rhoma dan Soneta paling sedikit merilis 2-3 album setiap tahunnya, baik album volume maupun album soundtrack film serta album khusus.

 
H. WEMPY ( RHYTHM SONETA 1970-1991 ) : “ ACHMAD ALBAR TAKJUB DENGAN LAGU MALAPETAKA PDF Cetak Email

Main music itu bukan sekedar hobby atau iseng tetapi harus pakai hati. Seperti ketika kita main gitar mengiringi lagu, bukan sekedar petik gitar dari atas ke bawah atau bawah keatas saja. Ada urutan2 dan tempat2 dimana feeling kita harus bisa menangkap dimana dan kapan harus mengubah petikan. Bukan asal jrang jreng jrang jreng. Melatih feeling itu tidak ada sekolahnya, murni dari insting dan thinking. Insting dan thinking itu bisa datang dimana saja. Bukan hanya saat latihan atau rekaman di studio, saat diatas panggung-pun saya sering tiba-tiba seperti mendapat arahan untuk bermain seperti ini dan ini. Saya simpan inspirasi dalam kepala untuk kemudian saya tuangkan saat rekaman. Rhoma terkadang bertanya, “ kok begitu Wem ?”. Meskipun sebagai pencipta lagu dan pemimpin yang memiliki otoritas penuh terhadap lagu, Rhoma cukup terbuka menerima setiap ide sepanjang kita mampu mempertanggung-jawabkan ide itu dan tentunya ketika dimasukkan dalam lagu cocok dan selaras.

Sebelum bersama SONETA saya sudah bergabung dengan banyak grup orkes seperti Purnama, Prahasta, El Sitara dan banyak lagi. Saya mengundurkan diri tahun 1991. Hal ini saya putuskan semata-mata karena factor kesehatan. SONETA itu kalau sedang tour show sudah seperti militer, 3 bulan ngga pulang-pulang. Saya merasa sudah tidak fit lagi untuk melakukan rutinitas seperti itu. Rhoma sedih mendengar keputusan saya dan merasa sangat kehilangan. Belakangan baru tahu kalau lagu Kehilangan itu dibuat ketika saya mengajukan pengunduran diri dari SONETA. Lebih dari 20 tahun kami bersama, dalam kurun waktu tersebut mungkin lebih banyak waktu saya bersama SONETA dibanding bersama keluarga.

 
Pertunjukan tunggal SONETA 30 tahun silam PDF Cetak Email

Pertunjukan tunggal SONETA 30 tahun silam yang memecahkan rekor penonton terbanyak. ( 18 Agustus 1985 )

Tahun 1985 bisa dikatakan tahun-tahun sulit bagi Rhoma Irama dan Soneta. Betapa tidak, peristiwa perceraian Rhoma Irama dengan Ibu Veronica begitu menghentak para penggenar Soneta. Kecaman, cacian dan hujatan tidak henti-hentinya termuat dalam berbagai mass media. Bahkan ada penggemar fanatik yang karena begitu kecewanya mendengar berita terebut langsung mengumpulkan seluruh kaset koleksinya di tengah jalan raya dan membakarnya dengan penuh amarah. Banyak media menulis inilah akhir dari perjalanan karir Rhoma Irama dan Soneta. Tetapi ternyata Rhoma Irama dan Soneta tidak goyah atas semua goncanga tersebut. Rhoma berprinsip : " Biarpun berjuta orang ingin menjatuhkan bila Allah belum menghendaki, hal itu tidak akan pernah terjadi. Begitupun sebaliknya, biarpun berjuta orang memuji setinggi langit bila Allah ingin menghinakan, bagi Allah itu semudah membalik telapak tangan."

 
RHOMA IRAMA “ROBOHKAN” 4 RUMAH DAN PULUHAN PAGAR MILIK WARGA PDF Cetak Email

Ribuan warga Jakarta Barat, khususnya daerah Kemanggisan, Jakarta Barat, tumpah ruah memenuhi sebidang tanah lapang yang jadikan lokasi panggung pertunjukan Rhoma Irama bersama Soneta, April 1976.
Pertunjukan gratis tersebut diselenggarakan oleh H. Rodjali, salah seorang tokoh masyarakat terpandang di wilayah Kemanggisan sebagai hiburan bagi masyarakat dalam rangka resepsi pesta pernikahan anak kandungnya.

Bagi warga Kemanggisan, kehadiran Rhoma Irama bersama Soneta untuk memberi hiburan secara gratis ini merupakan peristiwa besar yang berlangsung untuk pertamakalinya karena selama ini Rhoma Irama kerap mengunjungi kerabat dekatnya sebagai kunjungan pribadi tanpa melibatkan grup musiknya.

Seminggu sebelum pertunjukan, kabar akan tampilnya Rhoma Irama dan Soneta sudah tersebar luas keseluruh pelosok Jakarta Barat dan sekitarnya. Apalagi berita ini turut diumumkan pula lewat selebaran yang disebarkan dengan mobil bak terbuka.

Penonton sudah memenuhi lokasi pertunjukan sejak siang hari padahal pertunjukan akan dimulai pada pukul 8 malam. Suasana sekitar lokasi pertunjukan dipenuhi ratusan pedagang dadakan yang menjajakan berbagai macam barang dagangan persis seperti pasar malam.

 
RHOMA IRAMA : MUSIK ROCK ITU TEROMPET SYETAN PDF Cetak Email

Pertengahan tahun 1980, dunia musik sempat geger. Sebuah Koran " Merah " (Sentana) membuat headline berita " RHOMA IRAMA : MUSIK ROCK ITU TEROMPET SYETAN ". Sontak para musisi rock bereaksi keras mengecam pernyataan Rhoma yang dimuat koran tersebut. Ucok Aka harahap, yang pernah tampil bersama Rhoma dalam film Darah Muda mengatakan, " kalau musik rock itu terompet syetan berarti musik Rhoma itu seruling syetan karena dia memadukan musik rock dengan dangdut Sonetanya".

Rhoma Irama akhirnya menanggapi "bola liar" yang berkembang atas berita tersebut dengan membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Achmad Albar dan ditembuskan kepada Gito Rolies, Sylvia Sartje dan tentu saja koran Sentana yang memuat berita itu.

Dalam suratnya Rhoma mengatakan bahwa berita itu adalah kutipan "bincang-bincang" nostalgia yang membicarakan kisah perseteruan antara musik rock dan dangdut tahun 70-an. Namun sebagian orang ada yang mengatakan bahwa ini adalah bagian dari strategi bisnis mengingat masalah ini juga dibahas dalam satu adegan dalam film "Perjuangan dan Doa " yang akan dirilis pada bulan Juni itu juga (kalau bahasa sekarang "settingan"...wallahu alam..)

 
HARLAH SONIA KE 6 - 29 MEI 2015 PDF Cetak Email

YA, KAMI SONETA MANIA

Berawal dari kegemaran akan musik yang sama yaitu SONETA, pertemuan dan kebersamaan dimulai. Jauh sebelum era facebook ditahun 2009, kami sudah saling mengenal dan berinteraksi satu dengan yang lain.

Cerita bermula dari homepage Soneta Group yang dibuat secara pribadi oleh saudara kami Ahmad Abdul Haq, salah seorang penggemar Soneta yang saat itu berdomisili di Semarang. Dalam homepage itu terdapat halaman chatting yang dapat diakses melalui yahoo dengan alamat soneta@yahoogroups.com. Dari chatting inilah kami sering berbagi informasi tentang kegiatan musik Soneta, baik album maupun pertunjukan panggung.

Tahun 2007, Rhoma Irama membuat website dengan alamat www.rajadangdut.com. Belakangan kami menyadari bahwa ternyata website itu dibuat lebih sebagai sarana promosi bagi penjualan RBT lagu-lagu Soneta yang dipasarkan oleh Falcon Music selaku pemegang hak edar atas album-album Rhoma Irama. Ini bukanlah tanpa alasan, sebagai website sudah seharusnya diisi dengan discography, filmography dan juga biography dari Rhoma Irama dan Soneta Group. Namun pada kenyataannya pada web tersebut tidak akurat dalam mengisi data album, film dan perjalanan karir Rhoma Irama bersama Soneta Group. Bukannya menjadikan sebagai media informasi, website malah mengambil data dari artikel-artikel yang sudah dimuat media pada umumnya sehingga kerap terdapat data yang tidak akurat. Pertanyaan dari para penggemar-pun kerap tidak terjawab oleh admin website tersebut. Melihat kondsis ini kami-pun berinisiapatip menjawab apa yang ditanyakan penggemar termasuk mengupdate jadwal panggung Soneta yang sering tidak diupdate oleh admin. Dan pada akirnya website tersebut-pun “tumbang” hingga saat ini.

 
DE JAVU " (bagian II) PDF Cetak Email

Bagaimana pertunjukan Soneta tahun 80-an ?

Ditahun 80-an hampir seluruh pentas Soneta adalah konser tunggal tanpa ada group music ataupun artis lain yang turut mengisi acara. Pertunjukan di bagi dalam dua babak dengan selingan lawak dijeda antar babak. Group lawak yang sering tampil bersama Soneta yaitu Jayakarta Group (Jojon cs), Dian group (Nur tompel cs) dan Pelita group (kholik cs). Meskipun materi lawakannya itu-itu saja, memparodikan Rhoma Irama (seperti meniru intro lagu santai yang seolah-olah orang sedang kehausan) namun cukuplah untuk mengistirahatkan telinga dari gempuran music keras Soneta.

Mulai tahun 1983 Soneta mulai menggunakan panggung kubah setengah lingkaran yang didesign sendiri oleh Rhoma irama dan dikerjakan seluruhnya di Surabaya. Menurut pak Haji panggung ini terinspirasi dari Gua Hira sehingga panggung dibuat sedemikian rupa. Beberapa media menyebutnya mirip Rumah Keong. Panggung ini sangat megah dan mewah untuk ukuran tahun itu, karena ssat itu hanya Soneta satu-satunya yang memiliki peralatan panggung, sound dan lighting sendiri. Tak tanggung-tanggung Rhoma meng-investasikan dana hingga lebih dari 200 juta rupiah khusus untuk pengadaan ini. Untuk mendirikan panggung ini saja dipekerjakan 30 orang teknisi lepas. Selain 30 orang teknisi lepas ini, Rhoma menaungi 20-an lagi pekerja (termasuk 11 orang personil Soneta) dan sound man yang khusus menangani audio saat konser (H. tatang, Nanoy dkk).

 
RHOMA IRAMA : " MEMANG REPOT(S) MENGIRINGI VETTY "MICHAEL JACKSON" VERA " PDF Cetak Email

(foto-foto koleksi Abah Tea)

Hal ini diucapkan diatas panggung usai mengiringi Vetty Vera dalam lagu " Adu Domba" dan "Repot" pada acara Indonesia Musik Festival di Istora Senayan 26 Juni 1995.

Acara musik akbar yang melibatkan musisi-musisi kondang dari berbagai aliran musik ini diselenggarakan atas kerja sama Sanyo, Japan Foundation dan BKKKS (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) diselenggarakan selain dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang ke 50 juga dalam rangka memperingati Persahabatan Indonesia dan Jepang.

Pertunjukan yang melibatkan puluhan artis senior yang mewakili berbagai genre musik mulai dari Keroncong hingga Rock ini menampilkan Rhoma Irama bersama Soneta featuring Vetty Vera, Koes Plus, Gong 2000, Gito Rollies, Sundari Sukotjo, Waljinah, Harvey Malaiholo, Grace Simon, serta tak ketinggalan musisi Indonesia kebanggaan masyarakat Jepang yaitu Gesang, sang pencipta lagu legendaris Begawan Solo yang sangat populer di Jepang. Sebagai pembawa acara ditunjuk Koes Hendratmo dan Chintami Atmanegara.

 
VERI JALIZAR : " MENGAPA HARUS MALU JIKA MENGGEMARI SONETA ? PDF Cetak Email

KISAH KELANA :

Boleh dikatakan saya ini menjadi penggemar Rhoma Irama dan Soneta sejak masih dalam kandungan. Orang Tua saya keduanya penggemar Rhoma Irama dan Soneta, bahkan ibu saya dulu salah satu penyanyi dari grup OM Teruna Ria, pimpinan pak Bustami L, yang pada tahun 70-an cukup kondang di wilayah Sumatera, dan kabarnya Rhoma Irama perrnah menghibahkan salah satu gitarnya untuk grup Teruna Ria. Menurut Ibu saya, beliau pertama kali bertemu dengan ayah saya pada saat sama-sama nonton pertunjukan musik Soneta, mereka berkenalan dan akhirnya menikah.

Saya tidak pernah malu mengakui kepada siapapun jika saya adalah penggemar musik Rhoma Irama dan Soneta, termasuk dilingkungan kerja saya di salah satu Bank di Riau, bahkan pimpinan ditempat saya kerja-pun mengaku menyukai lau-lagu Rhoma dan Soneta. Lagipula kenapa harus malu ? Musik Rhoma dan Soneta sudah diakui dunia, dipelajari oleh mahasiswa dari puluhan Negara di Pitsburgh University, Amerika Serikat. Prestasi Rhoma bersama Soneta sudah tercatat di Museum Musik di Amerika, dinobatkan sebagai South East SAsia Superstar oleh Majalah Asiaweek, dan banyak lagi.

 
Berita lain seputar album Pementasan Soneta Group di Stadion Tambaksari, Surabaya, 14 Agustus 1982 PDF Cetak Email

Lebih dari 20.000 ribu penonton hadir menyaksikan pertunjukan Soneta di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya. Stadion yang berkapasitas 40.000 orang itu penuh sesak oleh massa penggemar Soneta. Panggung yang dipasang tepat ditengah lapangan tersebut membuat seluruh area lapangan padat oleh manusia.

Pertunjukan yang dimulai pada pukul 20.45 WIB (mundur 45 menit dari yang dijadwalkan) dibuka dengan penampilan dari Soneta Girl pimpinan Hj. Veronica Irama. Soneta Girl menghentak dengan membawakan seluruhnya lagu-lagu milik Soneta Group seperti " Ghibah, Haram, Sahabat, Rambate rata hayo, dll ".

Rhoma Irama dan Soneta tampil satu jam kemudian dengan membuka pertunjukan dengan lagu " Laailaahaillallah " yang diambil dari album sondtrack film Raja dangdut. Menginjak lagu ke-dua penonton berteriak meminta Rhoma membawakan lagu Indonesia yang saat itu memang tengah menjadi hit sebagai album terbaru Soneta volume yang ke-11. Rhoma sepertinya memang sengaja menyimpan lagu Indonesia untuk dibawakan pada deertan brikutnya karena ia menggebrak selanjutnya dengan lagu " Adu Domba". Penonton larut dalam hentakan musik diselingi tepuk tangan pada pertengahan lagu, apalagi Rhoma dan Soneta secara atraktif membawakan lagu persisi dengan koreografi lagu pada film Badai diawal bahagia.

 
Falcon Music merilis album soundtrack film Comic 8 PDF Cetak Email

Falcon Music merilis album soundtrack film Comic 8 : Casino King dalam paket khusus yang terdiri dari 2 keping CD (part 1 dan part 2) dengan harga paket Rp. 49.000,-

Yang cukup aneh adalah ternyata dalam CD part 2 tersebut seluruhnya memuat lagu-lagu SONETA mulai dari Judi, Santai, 200 juta, Gali Lobang, Stress dll.

Dalam hati bertanya2, ini yang dijual CD soundtrack film atau CD lagu-lagu SONETA ?

Padahal para penggemar berharap Falcon merilis DVD karaoke yang sudah direkam beberapa bulan silam atau merilis lagu-lagu SONETA yang sudah direkam namun belum beredar semacam lagu Gala gala (versi duet dengan TP Noor), Menunggu (versi solo Rhoma Irama), Kurang Garam, Kita adalah satu (versi SONETA), Zulfikar (new arr).

 

 
KISAH2 SEPUTAR ALBUM VOL 3 SONETA (RUPIAH) PDF Cetak Email

1. Album terakhir bergabungnya Elvy Sukaesih bersama SONETA

Karena adanya ketidak cocokan mengenai Kontrak, Elvy Sukaesih memutuskan untuk mundur dari Soneta Group. Mundurnya Elvy S ternyata menimbulkan "perselisihan" yang cukup panjang yang pada akhirnya melibatkan Yukawi dan Remaco. Menghindari gugatan dari Remaco yang akhirnya merekrut Elvy Sukaesih, pihak Yukawi mengganti cover album Soneta yang menampilkan foto Elvy Sukaesih (vol 1-3) dengan foto Rhoma Irama sendiri.

2. Master album Volume sempat "dicuri".

Album Rupiah dirilis menjelang kepergian Rhoma Irama ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji. Dalam waktu itu master album volume 3 sempat "dicuri" yang kemudian ternyata "dipegang" oleh Remaco yang merasa telah membeli dari pihak Rhoma. Remaco kemudian merilis 3 lagu dalam album Rupiah yaitu Rupiah, Birahi dan Hello-hello dengan vocal Nanang Kosim dan mengganti judul Rupiah menjadi Uang, Birahi menjadi Nafsu dan Hello-hello menjadi Apa Kabar.

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL