Silahkan Ikuti Situs SonetamaniaDotCom

Ikuti Berita Terbaru Dari Sonetamania.com dan silahkan ketikan email yg valid dalam kolom dibawah ini.

Visi & Misi Sonia

VISI DAN MISI


VISI :


SONETA MANIA Di dirikan pada Tahun 2008 yang Menjadikan SONETA MANIA (SONIA) sebagai database sumber informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group yang dapat diakses oleh semua penggemar sekaligus ajang interaksi dan komunikasi

MISI :


1. Melestarikan dan men-syiarkan musik-musik Rhoma Irama dan Soneta

2. Menjalin silaturahmi dan persahabatan sesama penggemar

3. Memberikan informasi tentang Rhoma Irama dan Soneta Group kepada semua penggemar secara rutin dan terus menerus


STRUKTUR ORGANISASI

PENGURUS :


Ketua : Yudhi Kelana
Sekretaris : Nabila Arini
Bendahara : Bobby Mulyadi

SEKSI-SEKSI :


Organisasi dan Keanggotaan :

- M. Soleh
- Bunga Cempaka


2. Humas dan Informasi :

- Muhamad Nur
- Tata Steinberger

REDAKSI WEBSITE :


1. Yudhi Kelana
2. Muhamad Nur
3. M. Soleh

Live Support

Untuk Info Lebih Lanjut,Sahabat bisa PM Salahsatu Alternatif dibawah ini
YudiKelana        Admin
Muhamad Nur    Admin

Soleh Mohamad Moderator
Bobby Mulyadi   Bendahara

 

Jumlah Pengunjung Web Sonia

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini131
mod_vvisit_counterKemaren595
mod_vvisit_counterMinggu Ini1989
mod_vvisit_counterBulan Ini17423
mod_vvisit_counterSemua1263391

SuaraSoneta.Com

Live Streaming full 100% lagu-lagu Rhoma Irama & Soneta hanya di www.suarasoneta.com

Like FanPage SONIA



Komentar Terakhir

SONIA


:::SONIA::: SONETA MANIA - FORUM SILATURAHMI
KISAH2 SEPUTAR ALBUM VOL 3 SONETA (RUPIAH) PDF Cetak Email

1. Album terakhir bergabungnya Elvy Sukaesih bersama SONETA

Karena adanya ketidak cocokan mengenai Kontrak, Elvy Sukaesih memutuskan untuk mundur dari Soneta Group. Mundurnya Elvy S ternyata menimbulkan "perselisihan" yang cukup panjang yang pada akhirnya melibatkan Yukawi dan Remaco. Menghindari gugatan dari Remaco yang akhirnya merekrut Elvy Sukaesih, pihak Yukawi mengganti cover album Soneta yang menampilkan foto Elvy Sukaesih (vol 1-3) dengan foto Rhoma Irama sendiri.

2. Master album Volume sempat "dicuri".

Album Rupiah dirilis menjelang kepergian Rhoma Irama ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji. Dalam waktu itu master album volume 3 sempat "dicuri" yang kemudian ternyata "dipegang" oleh Remaco yang merasa telah membeli dari pihak Rhoma. Remaco kemudian merilis 3 lagu dalam album Rupiah yaitu Rupiah, Birahi dan Hello-hello dengan vocal Nanang Kosim dan mengganti judul Rupiah menjadi Uang, Birahi menjadi Nafsu dan Hello-hello menjadi Apa Kabar.

 
BERBURU VIDEO KONSER SONETA TAHUN 80-AN PDF Cetak Email

Saat ini berburu kaset dan PH lawas SONETA mungkin sudah tidak begitu menarik lagi karena meskipun harga relative tinggi namun persedian barang masih cukup banyak tersedia walau harus ekstra sabar dan rajin hunting ke tempat-tempat penjualan barang “loak”.

Tantangan kali ini adalah berburu kaset pita atau kaset video pertunjukan panggung SONETA tahun 80 dan 90-an. Untuk video pertunjukan SONETA tahun 2000an tentunya bukan hal yang sulit lagi untuk didapatkan. Seiring berkembangnya teknologi Hp dan kamera yang dilengkapi alat perekam, para penggemar bisa dengan mudah merekam setiap pertunjukan SONETA tanpa harus repot-repot membawa handycam atau alat perekam sejenis. Belum lagi laman youTube yang menyediakan ruang bagi siapapun untuk mengunggah hasil rekamannya tanpa ada batasan (termasuk yang kategori “cabul” sekalipun).

Sekitar tahun 84, saat SONETA Group masih “diharamkan” tampil di layar TVRI (satu-satunya siaran TV saat itu), para penggemar sangat mengharapkan adanya film khusus yang menampilkan penampilan panggung SONETA secara utuh. Selama itu para penggemar hanya bisa menyaksikan penampilan panggung SONETA lewat adegan dalam film yang biasanya menyisipkan 2 lagu panggung. Hal ini tentu saja kurang memuaskan “dahaga” para penggemar.

 
RHOMA IRAMA “MENYERBU” JEPANG PDF Cetak Email

Berikut ini cuplikan berita pertunjukan Soneta di Jepang yang dimuat harian KOMPAS 16 September 1992.

RHOMA IRAMA “MENYERBU” JEPANG

Untuk pertama kalinya Rhoma Irama menggoyang publik Jepang dengan pertunjukan musik dangdutnya. Raja dangdut dari Indonesia yang sudah dikenal di Jepang melalui nomor-nomor rekamannya itu Minggu (13/9) lalu tampil di Teater Cocoon Bankamura, gedung bergengsi dikawasan elite Shibuya, Tokyo, yang berkapasitas 747 tempat duduk.

Penonton yang hampir memenuhi kapasitas gedung sangat responsive. Mereka bertepuk dan bersenandung meningkahi lagu-lagu lama dan baru Rhoma Irama, dari tata suara berkekuatan 60.000 watt.

Setelah dituntun Rhoma sebelum pemimpin Soneta Grup itu membawakan lagu terbaru “Adu Domba”!. Rhoma menyanyikan lagu itu tentang ancaman adu domba dan ajakan agar kita menjadi penggembala diantara kawanan domba. “Demi kesenangan, domba kesakitan...” lantunnya. Penonton meresponnya dengan teriakan. “Adu Domba, adu domba, adu domba...”. mereka yang membayar tiket masuk sekitar 2.500-5.000 yen, juga kegirangan mengisi ritme dengan keplok-keplok ketika Nur Halimah membawakan lagu lama Kuda Lumping.

 
SONETA GARAP ALBUM KARAOKE PDF Cetak Email

Ditengah lesunya industry music di tanah air, Rhoma Irama dan Soneta saat ini tengah menggarap album baru. Album ini memang tidak memuat lagu baru, melainkan album khusus 40 lagu-lagu hits SONETA dalam format DVD Karaoke.

Dipilihnya album karaoke ini karena pihak Falcon Music melihat adanya peluang emas yang bisa digarap sehubungan dengan makin maraknya tempat-tempat karaoke di seluruh pelosok Nusantara.

Sebagai group legendaris dengan ratusan lagu hits, album ini diyakini akan mendapat response positif dari penggemar music Indonesia, khususnya penggemar lagu-lagu SONETA.

 
JASA PEMBUATAN JAM GITAR STEINBERGER DAN GITAR2 ALA RHOMA LAINNYA PDF Cetak Email

JASA PEMBUATAN GITAR

Sekarang anda bisa mendapatkan guitar costum dengan model yang anda inginkan dengan harga murah berkualitas. Disini juga bisa menerima pembuatan guitar replika seperti gitarnya Pak Haji Rhoma Irama, bahkan ingin mempunyai guitar dengan bentuk dan motif has sendiri kamu bisa langsung memsesan disini, Lama pembuatan kurang lebih selama 1bulan. Masalah harga tergantung dari tingkat kesulitan dalam pembuatan guitarnya dan spesifikasinya.

 


Dengan Spesifikasi Standar:
- Korea pickups
- Body mahogany
- Maple neck/ mahogany
- Fret maple/rosewood
- Hardware black/crome
- 22/24 fret
- Free Softcase

 
PEMILU, LAGU KRITIK SEKALIGUS PEMBELAJARAN POLITIK DARI RHOMA IRAMA PDF Cetak Email

Ayo kita jujur, yang mana yang paling bagus dan lebih transparan antara dua lagu ini :

A. Mars PEMILU versi Pemerintah Orde Baru

Pemilihan umum telah memanggil kita
S’luruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka.
Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah Undang-Undang Dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum

B. PEMILU versi SONETA

Mari kita ramaikan, mari kita sukseskan
Pemilihan umum (Pemilu, pemilu-pemilu-pemilu)
Dengan kebersamaan mari kita sukseskan
Pemilihan umum (Pemilu, pemilu-pemilu-pemilu)

 
SEPUTAR ALBUM SONETA VOLUME 12 PDF Cetak Email

1. MUSIK PEMBUKA

Volume 12 adalah satu-satunya Album SONETA yang dibuka dengan instrumental music yang biasa dipakai dalam pembukaan pertunjukan Opera. Akhir tahun 80-an music pembuka ini masih diperdengarkan ketika SONETA memulai pertunjukan panggungnya. (Boleh juga nih diusulin ke managemen Soneta untuk memainkan music pembuka ini lagi pada setiap pertunjukan SONETA)

2. ALBUM TANPA PENYANYI WANITA

Volume 12 juga satu-satunya album Volume yang tidak menyertakan penyanyi wanita. Setelah mengajak Nandani sebagai additional vocal pada album Soneta volume 11 (Indonesia), dan ditinggalkan Rita S yang ingin bersolo karir bersama Jacky Zimah, suaminya, Rhoma memutuskan untuk meniadakan penyanyi wanita pada album ini. Hal ini cukup beralasan karena memang lagu-lagu dalam album ini tergolong memiliki tema yang “berat”, rasanya agak mengganggu jika diantara deretan lagu tersebut diselipkan lagu duet atau lagu cinta yang dibawakan penyanyi wanita seperti album-album SONETA sebelumnya.

 
Pertunjukan Soneta Grup di Taman Ria Monas pada tanggal 21 Mei 1977 PDF Cetak Email

Berikut ini cuplikan berita pertunjukan Soneta Grup di Taman Ria Monas pada tanggal 21 Mei 1977 yang diambil dari majalah TOP:

Burn dan beberapa biji lagu ampasnya Purple diraungkan The Irti’s, itu kelompok musik yang jadi tuan rumah di Taman Ria Monas, sekaligus merupakan babak-babak pemanasan sebelum acara pokok malam itu dipagelarkan. Pancaragam dangdut dengan sang superstar H. Oma Irama!

Sekedar berhingar bingar memang Irti’s ada kemampuan. Tak lebih dari itu. Dari permainan mereka dapat diterka, The Irti’s sebenarnya lebih cocok sebagai band pengiring seperti yang sudah-sudah. Untuk tampil sebagai kugiran pekak telinga mereka harus belajar banyak. Tidak mudah mencapai itu. Selain pintar meniru, harus juga berkemampuan mengaransir sendiri, agar tidak terlalu mirip dengan aslinya. Kemudia stage act yang mencakup juga penampilan, kostum serta bloking panggung harus dipikirkan juga. Tapi yang paling penting adalah factor instrumen. The Irti’s harus melengkapi peralatan mereka sebagaimana layaknya kugiran pekak telinga, termasuk sound system dengan kapasitas besar dan lighting tentunya. Mudah-mudahan saja harapan ini bisa jadi bahan pemikiran tuan-tuan yang berada dibelelakang kugiran ini. Orang-orang Taman Ria Monas!.

 
SHOW OMA IRAMA DAN ELVI DIKOTA SEMARANG MELEDAK PDF Cetak Email

Berikut ini kutipan berita laporan show Soneta di Semarang yang dimuat dimajalah Varia Nada tahun 1975.

SHOW OMA IRAMA DAN ELVI DIKOTA SEMARANG MELEDAK

Masyarakat Semarang dan sekitarnya belum lama ini diajak berdangdut oleh Oma Irama-Elvy Sukaesih yang mengadakan pertunjukan musik di Taman Hiburan Diponogoro. Kedua artis ini sejak lama menjadi kesayangan masyarakat Semarang yang gemar musik dangdut.

Jam 19.30, karcis sudah terjual habis, tetapi penonton masih berdatangan terus, O.M. Soneta dengan peralatan yang lengkap dan modern membuka acara pada pukul 20.10 dengan dua buah lagu. Menyusul Elvie menyuguhkan lagu berjudul “Kejam”.

Sebelum lagu selesai dinyanyikan, terdengar suara keras. Ternyata sebuah bangunan telah ambruk, akibat tidak kuat ditumpangi puluhan manusia. Belum lagi lagu kedua elvy selesai, terdengar lagi ribut-ribut : seorang anak kecil pingsan.

Neneng susanti lalu membawakan lagu “Lonceng” dan “curi-curi” secara berduet dengan salah seorang anggota Panitia bernama Kotib. Beberapa sandal jepit terlihat melayang ke udara, demikian juga batu-batu kecil sebagai pelampiasan emosi bahwa mereka tak bisa ngibing kecuali menggerakan tangan. Jangankan untuk berjoget, sedang menggerakan kaki saja amat sukar.

 
MENDOMPLENG NAMA SONETA, SIAP2 KE RANAH HUKUM PDF Cetak Email

Sebuah Group musik Dangdut dari Kediri, Jawa Timur, disinyalir telah menggunakan nama besar SONETA GROUP dalam menjalankan bisnis pertunjukkaannya. Tanpa meminta ijin ataupun pemberitahuan kepada Pihak Soneta Group, mereka dengan lantangnya memasang nama SONETA GROUP dengan tulisan "ala" di depan nama Soneta.

Sangat tidak masuk akal jika langkah ini dikatakan ketidaktahuan ataupun ketidaksengajaan karena jelas-jelas mereka mencoba mensiasati tuntutan dengan menuliskan "ala" yang dalam pengertian umum memunyai arti seperti atau menyerupai SONETA. Kesengajaan itu terlihat jelas dengan kecilnya tulisan ala dibandingkan dengan tulisan besar SONETA GROUP. Sehingga ini bisa dikategorikan upaya pengelabuan bagi masyarakat yang melihat spanduk, baliho atau-pun poster mereka dari jarak yang tidak dekat. Belum lagi penampilan penyanyi yang berkostum dan bergitar mengikuti apa yang dipakai Rhoma irama. Jadi "kejahatan" mereka dengan gamblang makin terlihat.

Pihak Management SONETA, melalui Odie Muhammad bakir menyatakan akan menindaklanjuti kasus itu setelah terlebih dulu akan melakukan tindakan peringatan bagi mereka untuk tidak mencantumkan nama SONETA GROUP tanpa ijin. Dan bilamana mereka tetap berkeras maka dengan terpaksa akan diambil tindakan hukum.

 
S2 BAND HADIR, SONET 2 BAND TUTUP BUKU ? PDF Cetak Email

Ada yang mengejutkan ketika menyaksikan acara Bukan 4 Mata tadi malam 23 Februari 2015 yang menghadirkan sebuah grup musik dengan nama S2 Band.

Menjadi mengherankan karena personil S2 Band seluruhnya bukanlah wajah asing melainkan personil dari Sonet 2 Band yaitu : Ricky Asmara (lead guitar), Bizrie Anshori (drum), Dhany (keyboard) dan Adi (Tabla/perkusi).

Bila pada Sonet 2 Band menampilkan Ridho Rhoma sebagai vocalis utama maka S2 Band pada penampilan perdana ini menggamit penyanyi dangdut wanita Nelly Agustin.

Apakah dengan hadirnya S2 Band, Sonet 2 Band akan bubar ? Ricky Asmara, leader sekaligus pencipta dan arranger lagu S2 Band ini mengatakan , " S 2 Band ini projek kami dalam mengisi kevakuman Sonet 2 Band saat ini. Seperti diketahui saat ini Ridho Rhoma sedang sibuk melakukan promo atas single-nya " Moving On ". Sebagai musisi kami tidak bisa berdiam disaat ide dan "birahi' bermusik kami muncul. Sambil menunggu kelanjutan dari proyek album terbaru Sonet 2 Band yang entah kapan akan dimulai kembali maka kami curahkan birahi ini dengan S2 Band ini.

 
Ketua SFCI Jakarta "WAFAT" PDF Cetak Email

Keluarga Besar SONETA MANIA menyampaikan rasa berduka yang mendalam atas berpulangnya bang Endang Zulfikar, Pada Sabtu Malam 21 Februari 2015 -+ sekitar pukul 23 WIB, dan beliau adalah salah satu tokoh dan pelopor fans club SONETA, semoga ALLAH SWT menerima segala amal ibadahnya, memaafkan segala khilaf dan kesalahan nya serta ditempatkan pada tempat yang seindah-indahnya dan keluarga yang ditinggalkan ditetapkan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan..

'Selamat Jalan Bang Endang Zulfikar'

 
KISAH SEPUTAR FILM “SATRIA BERGITAR PDF Cetak Email

1. SATRIA GITAR BERTUAH

Awalnya film ini berjudul “Satria Gitar Bertuah”, namun ketika Rhoma Irama melakukan shooting di Parang Tritis Yogyakarta, datang seorang penggemar yang juga mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta menitipkan surat untuk Rhoma yang menyampaikan rasa keberatan dengan judul “Gitar Bertuah” karena dianggap mensakralkan sebuah benda mati sebagai pembawa tuah (kesaktian). Rhoma-pun menyampaikan rasa terima kasih atas “teguran” tersebut dan akhirnya mengganti Satria Gitar Bertuah menjadi Satria Bergitar.

2. FILM INDONESIA TERMAHAL TAHUN 80-AN

Menghabiskan biaya hamper 1 Milyar Rupiah, film ini merupakan film Indonesia termahal di era 80-an. Rata-rata biaya pembuatan film Nasional saat itu hanya berkisar antara 150 – 250 juta Rupiah. Satria Bergitar menghabiskan biaya besar karena film ini melibatkan ratusan orang dan puluhan ekor kuda sebagai pendukung adegan kolosal. Selain pemain yang berjumlah ratusan orang, biaya pembuatan property dan kostum juga memakan biaya yang cukup besar. SElesai pembuatan film, semua property yang digunakan untuk shooting film ini disumbangkan Rhoma ke Sinematek Indonesia, namun karena minimnya perawatan akhirnya property ini-pun musnah dimakan usia.

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL